2002 - 2005
Hari pertama lepas SMU. Menanggalkan seragam-seragam berusia 12 tahun yang sudah kusut dan layu. Sebuah persimpangan yang menjadi tempat dimana lembaran baru dan mata pena bertemu.
Ekspektasi yang ternyata bertolak belakang dengan realita. Hari-hari pertama. Semangat yang masih benderang menyala. Lalu datang persimpangan kedua. Mata pena dan lembaran anyar kini bersua.
Tiba-tiba malam menjadi cerah. Perbincangan-perbincangan yang seakan tidak kenal lelah. Sayap impian lepas landas mengepak ke tempat yang indah. Dan tiba-tiba di satu titik semua musnah. Yang dulu menanjak naik kini terbang rendah. Angin pun berubah arah.
Hidup lalu berubah seratus delapan puluh derajat. Simpul-simpul mulai datang mengikat. Ternyata berhadapan dengan dunia nyata itu harus pintar-pintar bersiasat. Juga harus lihai mengelak agar tidak terlalu erat terjerat. Apa yang tidak membunuhmu hanya akan membuatmu semakin kuat.
Tahun demi tahun terlewati. Tren dan masa yang hadir silih berganti. Musibah dan anugerah yang datang dan pergi. Tugas-tugas penguras energi. Terjaga di tengah malam demi menjemput pagi. Botol yang tereguk kandas dan asbak yang penuh terisi. Hingga hari wisuda tiba dimana tali toga berpindah ke kiri. Namun perjalanan tidak berhenti disini.